Rumah Bapak Ahmad tampak demikian rapuh dan tak layak huni dibanding rumah tinggal disekelilingnya. Kehidupannya dan mata pencahariannya sebagai tukang sayur keliling, tak mampu unutk membangun rumah yang layak baginya serta istri dan ketiga anaknya yang masih kecil. Rasanya  hanya mimpi belaka Bapak Ahmad dan keluarganya menempati tempat tinggal yang layak. Mungkin hanya  doa dalam hidupnya yang masih tersisa untuk dibagikan pada Tuhan.

 

Tuhan memang tak pernah memberikan cobaan melebihi kekuatan umat Nya. Entah karena doanya yang terus menerus tiada henti, hingga pada suatu hari keluarganya didatangi salah satu stasiun televisi swasta yaitu RCTI untuk memasukan rumahnya dalam program BEDAH RUMAH. Tak pelak airmata keharuan membasahi bukan saja dirinya tapi semua anggota keluarganya. Itulah salah satu gambaran sebuah program reality show di salah satu televisi swasta tersebut.

 

Yang menarik disini adalah program ini demikian bermanfaat dan menghasilkan sesuatu bukan saja sebagai tontonan tapi memberikan beberapa contoh ketauladanan. Pertama bagaimana membuat sebuah rumah yang sederhana sehat dan bagus . Kedua memberikan sesuatu yang lain dari kehidupan sebuah keluarga menikmati sesuatu yang tidak  mungkin dilakukan yaitu menikmati fasilitas disebuah hotel berbintang. Sedang ketiga memberikan contoh bahwa sesama umat manusia siapapun dia punya hak hidup yang layak serta saling tolong menolong. Dan yang terakhir adalah tidak ada hal yang mustahil bagi Nya bila menginginkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu meski diluar kemampuannya.

 

Dalam kata lain tayangan Bedah Rumah ini perlu didukung oleh berbagai pihak bukan saja para sponsor namun pemerintah dengan departemen yang terkait untuk hal ini. Program ini juga akan menggugah masyarakat untuk hidup sehat. Selain itu juga sejalan dengan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Pagi buta jumat 6 Nopember 2008 Sebanyak 76 motor HD menyelusuri jalan pantai utara pulau jawa atau yang lebih dikenal dengan pantura. Rombongan yang membawa bendera sebuah club motor  yaitu Harley Owners Group atau HOG. Tujuan bikers untuk menghadiri acara Pahlawan Tour di Surabaya yang diadakan oleh Club Motor Harley  di Surabaya. Perjalanan menuju Surabaya dibagi dalam dua etape,etape pertama singgah di kota Semarang dan bermalam di Hotel Grand Candi. Di Semarang rombongan HOG mengadakan jamuan makan malam disebuah restoran bernama Pesta Keboen yang bernuansa jaman Belanda. Mengingat esok hari harus meneruskan perjalanan ke Surabaya usai santap malam para bikers langsung kembali ke hotel untuk beristirahat.

 

Pagi hari dihalaman hotel Grand Candi rombongan berkumpul untuk briefing dan berdoa sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Jarak Surabaya Semarang 336 Km  dengan waktu tempuh tujuh jam termasuk istirahat makan siang dan refueling. Banjir yang menggenangi kota Semarang sepanjang dua kilometer menjadi tantangan tersendiri apalagi separuh ban HD tenggelam. Pemandangan di jalur pantura memang kurang menarik antara Semarang hingga Rembang. Namun menjelang kota Tuban mata sedikit terhibur saat motor menyelusuri bibir pantai dengan riak ombaknya serta pemandangan lepas pantai yang menawan.

 

Di Kota Tuban rombongan berhenti untuk refreshment di rumah makan Taman Sari. Sebagian bikers yang beragama Islam melaksanakan sholat jumat yang kebetulan hari itu adalah hari jumat. Usai melepas lelah dan menyantap hidangan  rombongan melanjutkan perjalanan melewati Kediri. Hujan deras mengguyur saat memasuki kota Kediri namun tidak menghambat bikers untuk melanjutkan perjalanan mesti harus berbasah ria.

 

Matahari sore menyambut kedatangan bikers dipintu masuk hotel Sheraton Surabaya. Kelelahan tak tampak diwajah bikers mesti harus berada seharian diatas sadel motor. Malam hari acara dilanjutkan di Sutos Surabaya salah satu pusat perbelanjaan dimana acara Pahlawan tour digelar. Alunan musik tradisional dan beberapa group band menyemarakan suasana apalagi goyangan Sexy Dancer. Disela sela acara HOG mengadakan acara santap malam pada salah satu reston di Sutos. Acara berakhir pukul 12 malam.

 

Pagi hari di halaman hotel Sheraton Bikers HOG bersiap melanjutkan touring membelah pulau Madura. Dengan pengawalan Patwal Polda Jatim rombongan menaiki kapal fery menyeberang menuju Madura. Usai berkeliling Pulau Madura rombongan kembali ke Surabaya dan singgah di Armada Timur Surabaya sebagai pangkalan Angkatan Laut. Kolonel  Laut Djoko menyambut rombongan dan menjamu makan siang.

 

abs_0117

Patung Jalesviva Jaya Mahe yang berdiri gagah diujung dermaga serta kapal kapal perang yang bersandar, menjadi daya tarik para bikers. Kesempatan itu tidak disia-siakan dengan mengadakan foto bersama .

 

Setelah dua malam di Surabaya rombongan keesokan harinya kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

 

Semua Kegiatan diatas adalah salah satu dari seluruh kegiatan Tour HOG yang aku kelola di organisasi tersebut.