Rumah Bapak Ahmad tampak demikian rapuh dan tak layak huni dibanding rumah tinggal disekelilingnya. Kehidupannya dan mata pencahariannya sebagai tukang sayur keliling, tak mampu unutk membangun rumah yang layak baginya serta istri dan ketiga anaknya yang masih kecil. Rasanya hanya mimpi belaka Bapak Ahmad dan keluarganya menempati tempat tinggal yang layak. Mungkin hanya doa dalam hidupnya yang masih tersisa untuk dibagikan pada Tuhan.
Tuhan memang tak pernah memberikan cobaan melebihi kekuatan umat Nya. Entah karena doanya yang terus menerus tiada henti, hingga pada suatu hari keluarganya didatangi salah satu stasiun televisi swasta yaitu RCTI untuk memasukan rumahnya dalam program BEDAH RUMAH. Tak pelak airmata keharuan membasahi bukan saja dirinya tapi semua anggota keluarganya. Itulah salah satu gambaran sebuah program reality show di salah satu televisi swasta tersebut.
Yang menarik disini adalah program ini demikian bermanfaat dan menghasilkan sesuatu bukan saja sebagai tontonan tapi memberikan beberapa contoh ketauladanan. Pertama bagaimana membuat sebuah rumah yang sederhana sehat dan bagus . Kedua memberikan sesuatu yang lain dari kehidupan sebuah keluarga menikmati sesuatu yang tidak mungkin dilakukan yaitu menikmati fasilitas disebuah hotel berbintang. Sedang ketiga memberikan contoh bahwa sesama umat manusia siapapun dia punya hak hidup yang layak serta saling tolong menolong. Dan yang terakhir adalah tidak ada hal yang mustahil bagi Nya bila menginginkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu meski diluar kemampuannya.
Dalam kata lain tayangan Bedah Rumah ini perlu didukung oleh berbagai pihak bukan saja para sponsor namun pemerintah dengan departemen yang terkait untuk hal ini. Program ini juga akan menggugah masyarakat untuk hidup sehat. Selain itu juga sejalan dengan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

